Minggu, 30 November 2014

Bendung Gerak Serayu Banyumas

Sepulang dari tempate simbah di Purwokerto aku sama mbakku sengaja lewat Serayu nih. Acaranya gak lain dan gk bukan ya buat hunting :-D

Bendung Gerak Serayu ini berada di jalur utama Purwokerto-Cilacap. Ternyata cukup rame lohh di sini. Waktu itu ada sekitar 5 mobil roda 4 yang terparkir di pinggir sungai itu belum termasuk yang sepeda motor. Dan katanya tempat ini juga jadi tempat favorit bagi pemudik untuk istirahat lohh. Gk ada biaya retribusi buat ke tempat ini namanya juga cuma iseng mampir tapi kita tetep bayar parkir ya gk mungkin kan kendaraan dibawa keliling bendungan. Di parkiran ada sejumlah pedagang makanan dan minuman jadi kita bener-bener kayak disuguhin gt.

Jadi katanya Bendungan Gerak Serayu ini adalah bendungan yang memanfaatkan debit air sungai Serayu yang melintasi wilayah kabupaten Banyumas dan kabupaten Cilacap untuk pengairan sawah beririgasi di wilayah kedua kabupaten tersebut.

Pembangunannya dimulai pada tahun 1993 dan diresmikan bulan November 1996 dan telah mengalirkan air bagi sawah-sawah di Banyumas dan Cilacap, bahkan sebagian wilayah Kebumen. Total daerah cakupan pengairannya kurang-lebih 21.000 ha ( 210 km²)

Di tempat itu juga di manfaatkan untuk budidaya perikanan air tawar oleh masyarakat sekitar.

Untuk melihat bendungan ini terdapat jembatan penghubung selebar kurang lebih 1meter. Tapi hati-hati ya karna masyarakat sekitar juga memanfaatkan jembatan tersebut untuk menyebrangi sungai sekedar untuk beraktifitas. Dan kagumnya mereka berani menyebrangi jembatan sempit ini dengan sepeda motor. Sering juga mereka berpapasan dengan penyebrang dari arah berlawanan. yuhh keren.

Berikut penampakannya. Ternyata keren lohh foto di sini saat sunrise ato sunset. Pantulan cahayanya itu lohh ;-)








Pantai Trisik Kulon Progo Yogyakarta

Pantai Trisik terletak di arah tenggara Kulon Progo tepatnya di Banaran, Galur (kira-kira 20 Km dari Wates dan 37 km dari pusat kota Jogjakarta). Pantai Trisik merupakan pantai pertama di Kabupaten Kulon Progo yang akan ditemui bila anda melaju melewati lintasan Bantul-Purworejo, melewati Palbapang dan Srandakan. 

Pantai Trisik merupakan pantai yang landai berupa hamparan pasir hitam yang halus. Kawasan  Pantai Trisik dibatasi oleh muara Sungai Progo di sebelah timur, sungai yang menjadi batas alam Kabupaten Kulon Progo dengan Kabupaten Bantul. Ke arah barat, sejauh mata memandang akan tampak bentangan pantai yang seolah tanpa batas. Pantai Trisik menjadi tempat para nelayan mendaratkan perahu.

Pada setiap tanggal 1 Syuro bulan Jawa, di pantai ini diselenggarakan labuhan sedekah laut untuk memohon keselamatan para nelayan. Lebih kurang 1 Km ke arah barat dari lokasi TPI terdapat tempat yang dinamakan Pandan Segegek, berupa gumuk pasir yang ditumbuhi rumpun pandan. Tempat ini biasa dikunjungi pada malam 1 Syuro, setiap malam Selasa Kliwon dan malam Jum’at Kliwon.

Berikut biaya retribusi objek wisata Pantai Trisik:
pengunjung Rp 3000/orang
sepeda motor Rp 3000
mobil/kendaraan roda empat Rp 3000
bis/truk roda 6 Rp 5000





Hutan Pinus Imogiri Yogyakarta

Sebenernya dah lama pengen posting tempat-tempat wisata yamg pernah aku kunjungin tapi belum ada waktu juga . semoga postingan pertamaku memulai rasa semangatku buat posting terus-terusan yaa . kan sayang kalo jalan kesana kemari gk pernah bagibagi yakan.

HUTAN PINUS IMOGIRI
Hutan ini termasuk hutan lindung di kawasan Bantul Yogyakarta. Lokasi hutan pinus bisa ditempuh lewat jalan Yogya –Imogiri yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1 jam. Sesampai di Imogiri kita menuju jalan Imogiri –Dlingo dengan jalan yang menanjak serta berkelok-kelok.
Bila ditempuh lewat bukit Patuk Gunungkidul dari arah Yogyakarta kita menuju jalan Yogya –Wonosari dan sesampai di Patuk Gunungkidul belok ke kanan menuju jalan arah kecamatan Dlingo.Sesampai dipertigaan Muntuk kita belok kearah kanan menuju lokasi hutan Pinus tersebut. Jangan lewatkan pemandangan disepanjang perjalanan ya kakak-kakak. Kita disuguhin perbukitan batu kapur seperti ditata gitu. Iya ditata sama sang Pencipta :-)

Tidak ada biaya retribusi untuk masuk ketempat ini. Cukup dengan uang 2000rupiah bagi anda yang membawa sepeda motor untuk biaya keamanan/parkir, dan 5000rupiah untuk kendaran roda empat. Yang pasti para pengunjung diwajibkan menjaga kebersihan di lingkungan wisata ini. dan bagi anda yang merokok di larang keras untuk melakukan kegiatan tersebut di area ini. Kawasan bebas api ya mas-mas ganteng.

Tempat ini belum tersedia tolet, tempat makan, ato tempat duduk ya. Jadi sebelum berkunjung pastikan anda sudah mengantisipasi hal tersebut. Untuk tempat duduk pengunjung dapat membawa tikar sendiri ya.

Jangan ragu buat hunting disini sama temen-temen kamu. Jangankan buat hunting tempat ini juga cocok banget buat prewedding. Keren deh pokoknya.